
Pakar Keperawatan Kritis Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Aisyah Nur Azizah. Kamis, (12/02/2026).
Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta — Banyak masyarakat mengira proses paling menentukan dalam tindakan medis terjadi saat operasi berlangsung. Padahal, 24 jam pertama setelah operasi justru menjadi fase paling krusial yang menentukan keselamatan dan keberhasilan pemulihan pasien.
Dosen Program Stdi Keperawatan Anestesiologi Universitas Aisyah Yogyakarta, Aisyah Nur Azizah, menegaskan bahwa masa pascaoperasi merupakan masa adaptasi tubuh terhadap efek pembiusan dan tindakan pembedahan. Pada fase ini, pasien belum sepenuhnya stabil meskipun operasi dinyatakan berhasil.
“Setelah operasi, pasien tidak bisa langsung beraktivitas. Kita harus melihat kondisi fisiknya, jenis operasinya, jenis pembiusannya, dan tingkat keparahan penyakitnya,” kata dia saat diwawancara pada Kamis, (12/02/2026).
Dia menjelaskan, saat operasi berlangsung, pasien dibuat tidak sadar melalui anestesi untuk menghilangkan rasa nyeri. Proses menidurkan dan membangunkan tubuh ini bukan hal sederhana. Tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri kembali setelah efek obat bius berangsur hilang.
“Obat anestesi menentukan bagaimana lama pulih sadar pasien. Di 24 jam pertama itu cukup riskan karena bisa muncul komplikasi, seperti mual dan muntah,” katanya.
Karena itu, pasien tidak selalu bisa langsung makan, minum bebas, atau bergerak sesuka hati. Dia mencontohkan pengalaman pribadi ketika anaknya menjalani operasi amandel. Selama 24 jam pertama, anaknya hanya diperbolehkan minum air putih dan harus beristirahat total untuk mencegah komplikasi.
Dalam fase ini, tenaga kesehatan melakukan pemantauan ketat terhadap kondisi hemodinamik pasien, meliputi tekanan darah, nadi, saturasi oksigen, frekuensi napas, serta keseimbangan cairan tubuh. Penilaian khusus seperti Aldrete score juga digunakan untuk menentukan apakah pasien sudah stabil atau masih membutuhkan perawatan intensif di ICU.
Tidak hanya dokter, penata anestesi juga berperan penting dalam masa pemulihan. Mereka memantau nyeri, mengatasi efek samping anestesi, serta menentukan kapan pasien boleh mulai melakukan mobilisasi dini.
Aisyah mengingatkan masyarakat untuk mematuhi seluruh anjuran medis setelah operasi.
“Kalau diminta puasa dulu atau hanya boleh minum air putih, ikuti saja. Edukasi dari tenaga kesehatan itu agar terjag keselamatan pasien,” tegasnya.
